Blogger Widgets

Minggu, 25 Agustus 2013

Pengelolaan Informasi (ˇ▼ˇ)


PENGERTIAN INFORMASI


Informasi atau dalam bahasa inggrisnya ialah Information ini berasal dari kata informacion bahasa perancis, kata tersebut diambil dari bahasa latin yaitu "Informationem" yang artinya itu ialah "konsep, ide, garis besar".
 Informasi adalah sesuatu data yang sudah diolah atau diproses sehingga menjadi suatu bentuk  yang memiliki arti bagi penerima informasi yang memiliki nilai yang bermanfaat.

Kesimpulan : mengelola informasi adalah Kegiatan tertentu yang dilakukan oleh kelompok atau individu yang bertugas menyampaikan data yang berasal dari fakta sebenarnya yang disamaikan kepada para penerima.

Dan di bawah ini adalah Rencana pengelolaan informasi adalah proses yang diambil pada tahap Managemen dalam sebuah organisasi, sebelum organisasi tersebut memutuskan/ mengimplemasikan bentuk komunikasi apa yang terbaik untuk dilakukan.

Dan cara mengelolanya dibutuhkan :


a. High Manajemen Level : untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.

b. Mid Manejemen Level : untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.

c. Low Manejemen Level : untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
d. Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.
juga adalam mengelola terdapat Kesalahan2 yang terjadi seperti menurut  Gordon B. Davis :
e.  Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
f. Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
g. Kehilangan data atau data tidak terolah.
h. Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
i. Salah dalam menggunakan dokumen induk/file induk.
j. Kesalahan dalam prosedur pengolahan.

Tujuan Pengelolaan Informasi

Pengelolaan sitem informasi memiliki tujuan tertentu sesuai dengan tujuan organisasi. Masing masing memilikitujuannya sendiri-sendiri. Contohnya perusahaan industri pariwisata bertujjuan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka biasanya pimpinan atau pengelola dan pelaksana organisasi membutuhkan informasi untuk membuat keputusan yang tepat dan akurat yang akan menunjukan upaya pencapaian tujuan organisasi yang tengah dijalankan
Secara Khusus, pengelolaan sistem informasi bertujuan :
·         Untuk menyediakan Informasi dan memberikan pelyanan informasi bagi pengelola, pimpinan, dan pelaksana serta pemakai informasi lainnya guna menunjang proses perencanaan di lingkungan organisasi.
·         Untuk menyediakan dan memberikan pelayanan informasi bagi para pemakai informasi yang berguna untuk melaksanakan kegiatan operasional dalam organisasi.
·         Untuk menyediakan dan memberikan pelayanan informasi bagi pemakai informasi yang berguna dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi
·         Untuk Menyediakan dan memberikan pelayanan informasi yang berguna bagi pemakai informasi dalam rangka melaksanakan tugas dan kegiatan pembinaan dan pengawasan dalam lingkungan organisasi
·         Untuk menyediakan dan memberikan pelayanan informasi bagi para pemakai informasi dalam rangka proses penilaian di lingkungan organisasi


 Resiko Pengelolaan Informasi Publik

       Kesusksesan sebuah lembaga kini tidak hanya dinilai dari produk dan jasa utamanya saja, namun juga sangat ditentukan oleh reputasi, kredibilitas dan citra lembaga tersebut dimata masyarakat. Kualitas produk, kesan dan kecepatan pelayanan yang disajikan melalui layanan unggulan harus dilihat sebagai suatu kesatuan yang utuh, termasuk di dalamnya layanan informasi. Lemahnya salah satu mekanisme penopang nilai lembaga tersebut, berarti akan menjadi faktor pengurang. Meningkatnya frekuensi layanan terhadap pelanggan & stakeholder tentu harus dibarengi dengan kecepataan dalam menyajikan setiap produk. Demikian juga dengan semakin banyaknya produk, berarti semakin banyak pulalah informasi yang dihasilkan sekaligus berbanding lurus dengan naiknya jumlah dokumen yang menyertai produk dan didistribusikan itu untuk akhirnya dikelola dan disimpan.
Tingginya jumlah data dan informasi yang dihasilkan merupakan konsekuensi permintaan dari naiknya jumlah pengguna jasa dan stakeholder yang dilayani & meningkatnya volume proses bisnis lembaga itu. Pesatnya perkembangan proses ini juga didorong oleh infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang memperpendek waktu layanan sekaligus meningkatkan produktivitas organisasi. Tingginya tingkat produksi & volume transaksi informasi publik inilah yang seharusnya memberikan kesadaran kepada para pihak manajemen organisasi untuk memetakan potensi-potensi resiko yang mungkin timbul serta strategi pengelolaannya.
Setiap informasi dan data paling tidak memiliki tiga nilai utama, nilai-nilai ini dapat dikelola sehingga menjadi keunggulan atau malah bisa menjadi resiko kerugian apabila salah urus. Nilai pertama adalah nilai intrinsik yang terkandung dalam data atau dokumen yang menyimpan informasi itu. Nilai ini bersifat intangible (tidak dapat diukur), lentuk dan relatif. Katakanlah sebagai contoh ektrem, sebuah buku sangat menarik bagi Mr. A, namun lebih penting bagi Mr. B untuk menggunakan setiap lembarnya menjadi bungkus kacang, karena setiap orang memberikan nilai yang berbeda-beda atas setiap bentuk informasi. Setiap orang memiliki kebutuhan informasi yang berbeda-beda satu sama lain.
Nilai kedua berkaitan erat dengan aspek finansial, data dalam kategori ini merekam suatu transaksi keuangan antar beberapa pihak atau data ini mengandung nilai finansial tertentu yang disepakati oleh beberapa pihak. Bentuk data atau dokumen ini sangat beragam, mulai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Surat Utang (Obligasi / SUN), saham atau struk belanja dan tagihan tagihan kartu kredit yang kita terima setiap bulan. Sedangkan nilai ketiga adalah nilai hukum. Bukan hanya lantaran dokumen yang diproduksi merupakan produk hukum dari lembaga itu, namun juga bermakna bahwa kemungkinan penyalahgunaan atas data dan dokumen tersebut dapat menimbulkan akibat-akibat hukum yang dapat merusak reputasi organisasi. Sebagaimana dalam hal ini Kementerian keuangan memiliki pengalaman yang cukup panjang.
Oleh sebab itu manajemen resiko atas pengelolaan informasi publik perlu dipertimbangkan sebagai langkah pencegahan. Strategi dan kebijakan secara internal perlu segera disusun. Ini merupakan pioneer untuk menyediakan kerangka konseptual, payung hukum dan prosedur pelaksanaan di tingkat operasional internal organisasi dalam mengelola informasi publik berdasarkan standar dan pedoman yang lebih aman. Studi kasus dan pengamatan yang cermat atas alur setiap arus informasi akan menjadi dasar strategi dan kebijakan yang akan ditetapkan. Sedangkan standar operasi dan integritas harus menjadi penopang utama dalam proses ini. Apabila tidak segera dibangun suatu mekanisme yang permanen, dikhawatirkan potensi resiko kebocoran informasi dan data akan tetap tinggi, karena air akan selalu menemukan celah.
Pendekatan struktural telah lama ditempuh melalui konsep Pengelola Informasi dan Data di setiap lembaga publik, hal ini sebagai pelaksanaan dari amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008. Demikian juga dengan PMK Nomor 191/PMK.09/2008 tentang Penerapan Manajemen Resiko di Lingkungan Kementerian Keuangan dan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Pengendalian Intern Pemerintah. Komposisi tiga payung hukum ini akan berjalan lebih efektif apabila tidak hanya dipahami sebagai syarat pelengkap layanan lembaga publik semata, namun harus dilihat sebagai suatu strategi yang potensial untuk memperbaiki transparansi & citra organisasi dimata masyarakat. Suatu sistem yang handal & mampu menjamin nilai-nilai legalitas, nilai finansial dan intrinsik atas setiap data dan informasi mengalir ke tangan yang tepat.
Apabila mekanisme telah ditentukan beserta payung hukumnya, yang perlu menjadi fokus perhatian berikutnya adalah pemetaan informasi dan data mana saja yang masuk dalam kategori informasi publik, demikian juga ditentukan informasi dan data mana saja yang dapat dikategorikan sebagai dokumen rahasia. Ditentukan alur data mana yang paling sensitif dan paling beresiko untuk kemudian mekanisme pengawasan dan pengendalian perlu ditetapkan dalam kategori ini. Jangan sampai pengelolaan yang tidak profesional akan membebani reputasi organisasi. Akhirnya, pemetaan potensi-potensi resiko & pengelolaan informasi yang profesional inilah yang menjadi kata kunci untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan & penyelewengan informasi dan data. Dengan demikian, diharapkan strategi dan kebijakan ini dapat menjamin keamanan informasi sehingga mendorong efisiensi organisasi, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga sebagai wujud dari good governance.




Tugas Ibu Sevi

DREAM ♥ ƪ(‾ε‾“)ʃ

DREAM
Setiap manusia pasti mempunyai sebuah mimpi atau  yang terpendam dalam dirinya masing-masing. Mimpi didalam setiap orang berbeda-beda. Semakin bertambahnya usia seseorang, apalagi usia remaja, semakin berubah-ubah mimpi yang ia inginkan.
Untuk mencapai mimpinya, setiap orang harus mempunyai usaha dan do’a yang bersungguh-sungguh. Salah satu usahanya yaitu dengan sekolah dan belajar dengan giat untuk mencapai mimpi yang ingin didapatkan. Dan berdo’a juga harus selalu teriring disetiap shalatnya.
Sekolah bukan merupakan suatu kewajiban, sekolah dikatakan suatu kebutuhan. Mengapa? Karena apabila seseorang beranggapan sekolah itu merupakan suatu kewajiban layaknya shalat 5 waktu, berarti apabila ada anak yang tidak bersekolah, berarti anak itu berdosa karena meninggalkan kewajibannya. Sekolah dikatakan suatu kebutuhan karena setiap orang yang ingin mencapai mimpinya membutuhkan bekal berupa ilmu, dan ilmu itu diperoleh dengan proses belajar disekolah. Memang, belajar juga tak hanya disekolah, ditempat lain juga bisa, tapi pemerintah menyarankan agar anak-anak Indonesia bersekolah untuk memperoleh ilmu.
Tujuan bersekolah bukan hanya ingin memperoleh sertifikat, gelar, atau ijazah semata. Tapi semata-mata ingin memperoleh ilmu dari proses pembelajaran. Apabila seseorang yang mempunyai tujuan sekolah hanya untuk memiliki sebuah  sertifikat, gelar, atau ijazah semata, maka orang tersebut tidak akan bersungguh-sungguh dalam proses belajarnya, ia tidak akan menyerap ilmu yang ia dapat selama proses pembelajaran.

Seseorang yang bersungguh-sungguh ingin menggapai mimpinya, akan bersungguh-sungguh pula ia dalam berusaha dan berdo’a. Selagi masih remaja, alangkah baiknya apabila kita selaku pelajar SMKN 2 Garut terutama siswa-siswi yang berada dijurusan Multimedia untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melewati proses untuk menggapai mimpinya. Karena untuk menggapai suatu impian agar terwujudkan, memerlukan suatu kesabaran dan kerja keras. Karena didalamnya terdapat berbagai macam rintangan yang akan menghadang J

Jumat, 23 Agustus 2013

Kesimpulan Mengenai Komputer (´з(˘⌣˘)

Kesimpulan Mengenai Komputer
Menurut saya, komputer adalah sebuah alat elektronik untuk pengolah data yang membantu manusia untuk mempermudah tugas atau aktivitasnya.
Pada awalnya, kata komputer dipergunakan untuk menggambarkan beberapa orang yang pekerjaannya berhubungan dengan perhitungan atau aritmatika. Seiring dengan berjalannya waktu, komputer tidak hanya dipakai untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan aritmatika saja, komputer juga bisa digunakan untuk pengolahan data yang tidak ada hubungannya dengan matematika atau aritmatika. Komputer sangat berpengaruh dalam berkembangnya ilmu teknologi yang semakin canggih.
Komputer terdiri dari 2 bagian, yaitu :
a.Software adalah perangkat lunak komputer. Software Contoh sistem operasi : Microsoft DOS, Microsoft Windows, Ubuntu (linux), Macintosh dll.
     Microsoft DOS

     Microsoft Windows

     Ubuntu(Linux)




     Macintosh

b. Hardware adalah perangkat keras komputer. Contoh Hardware  komponen dalam : RAM (Random Access Memory), ROM (Read Only Memory), CPU (Central Processing Unit), CD ROM, DVD ROM, dll.  Contoh Hardware  komponen luar : keyboard, mouse, webcame, dll.
Komponen dalam :
      RAM (Random Access Memory)

ROM (Read Only Memory)



CPU (Central Processing Unit)

CD ROM

DVD ROM
Komponen luar :
Keyboard

Mouse

Webcame


                C. BrainWare  adalah orang yang menggunakan atau mengoprasikan komputer. Contoh dari Brainware adalah Programmer, Netter (sebutan bagi orang yang sedang melakukan surfing di Internet), dan orang-orang yang sedang menggunakan komputer.