Malam guys, postingan malem ini cerita rakyat dulu
yaaaa=)) cekidot:D
Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan
merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera
karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu
Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant
bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.
Semua sangat menyenangkan.
Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat
sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu
dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih baik
dari pada anak angkat,” sahut mereka.
Ratu sering murung dan menangis.
Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus
berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan
kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di
kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.
Sembilan bulan kemudian, Ratu
melahirkan seorang putri yang diberinama Gilang Rukmini . Penduduk
negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh
menjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang
cantik.
Prabu dan Ratu sangat menyayangi
putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu
membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis
itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan
rakyat di kerajaan itu mencintainya.
Hari berlalu, Putri pun tumbuh
menjadi gadis tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan
berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka
membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang
sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia
bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.
Prabu hanya mengambil sedikit emas
dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan. “Tolong, buatkan kalung yang
sangat indah untuk putriku,” kata Prabu. “Dengan senang hati, Yang Mulia,”
sahut ahli perhiasan. Ia lalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia
ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat
menyayangi Putri.
Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk
negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang
menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang
cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi
kecantikannya.
Prabu lalu bangkit dari kursinya.
Kalung yang indah sudah dipegangnya. “Putriku tercinta, hari ini aku berikan
kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri.
Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka
gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak,” kata Prabu.
Putri menerima kalung itu. Lalu ia
melihat kalung itu sekilas. “Aku tak mau memakainya. Kalung ini jelek!” seru
Putri. Kemudian ia melempar kalung itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan
permatanya tersebar di lantai.
Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang
pun menyangka, Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana
hening. Tiba-tiba meledaklah tangis Ratu Purbamanah. Dia sangat sedih melihat
kelakuan putrinya.Akhirnya semua pun meneteskan air mata, hingga istana pun
basah oleh air mata mereka. Mereka terus menangis hingga air mata mereka
membanjiri istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang
deras, makin lama makin banyak. Hingga akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam
dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah.
Di hari yang cerah, kita bisa
melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal
dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun
orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di
dasar telaga.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar